Sabtu, 09 Januari 2010

sekilas tentang internet

Sekilas Tentang Internet Sehat

int_sehatTeknologi..selalu membuka banyak peluang..termasuk peluang untuk disalah gunakan..Termasuk didalamnya teknologi internet.. Buanyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari internet, bagi saya pribadi..Internet sangat banyak membantu saya belakangan ini terutama dalam menyelesaikan Tugas Akhir saya (kebetulan TA saya ini membuat software, sehingga hampir 60% listing yang saya buat ini hasil dari diskusi di forum, copy paste dari situs,dlsb).. Belakangan ini, saya juga lagi kena FB addicted ma blog addicted.. Yah..itung2 buat ngisi waktu luang pa nunggu download-an kelar..

Namun, saya juga punya pengalaman buruk dengan internet ini..Mulai dari komputer kena virus gara – gara niatnya download crack pa cheat eh..ternyata sudah terinfeksi virus..Hingga pengalaman negatif (beda lho dengan pengalaman buruk) seperti : situs – situs dan media por**o (saya sendiri sebenarnya belum pernah download yang kaya gituan, cuma konon kabarnya temen – temen dapet film, gambar, pa media kaya gituan dari internet)..

Terkadang saya berpikir, besok kalau saya sudah nikah, punya anak terus pasang internet..Bahaya ga ya?? Anggap saja rumusnya begini : Saya lebih tidak gaptek dari ayah saya..Lha jangan – jangan nanti anak saya jauh lebih ga gaptek dari saya terus nanti anak saya ini make internet untuk hal yang negatif..

Nah, semuanya kembali ke seruan Mantan Presiden Amerika, Bill Clinton yang menyatakan bahwa :

“We must recognize that in the end, the responsibility for our children’s safety will rest largely with their parents. Cutting-edge technology and criminal prosecutions cannot substitute for responsible mothers and fathers. Parents must make the commitment to sit down with their children and learn together about the benefits and challenges of the Internet. And parents, now that the tools are available, will have to take upon themselves the responsibility of figuring out how to use them.”

Saya berpendapat bahwa memang betul apapun yang terjadi dengan teknologi, kita tidak boleh lengah dengan menyerahkan semuanya pada kemudahan teknologi, kaitannyaa dengan internet, orang tua harus turut aktif memantau tanpa mengatur, memposisikan diri sebagai teman, dan punya niatan untuk sit down with their children and learn together about benefits and chalenges of The Internet.

Selain itu kehadiran teknologi tidak lantas dijadikan alasan untuk menggantikan peran manusia, ambil kata e-learning menggantikan guru atau dosen..Sampai kapanpun, e-learning seharusnya terdapat pada posisi sebagai alat bantu, bukan sebagai media pengganti. Kalau semua-muanya diganti dengan tekhnologi, entah itu robot, komputer, jangan – jangan 50 tahun kedepan film Matrix ma Terminator kejadian beneran nih..

Nah berangkat dari motivasi ini, saya turut mendukung kampanye Internet Sehat (situsnya dapat di klik disini) dengan sekadar mendownload materinya (bisa diklik disini) atau mengikuti lombanya…Juga bila ternyata temen -temen punya account di Facebook silakan join groupnya (klik disini)

Terlebih, dari salah satu materi yang diberikan oleh internet sehat diperoleh informasi bahwa (saya copy paste dari ebooknya) :

Khusus untuk perilaku pengguna Internet di Indonesia, Google Trends memaparkan sejumlah data. Ternyata meskipun jumlah pengguna Internet masih terkonsentrasi di ibukota, Jakarta hanya menduduki posisi ke-5 kota dengan jumlah pencari konten dewasa dengan memasukkan kata kunci yang sangat umum, ‘sex’. Setelah Jakarta, kemudian disusul oleh Bandung. Adapun jawaranya adalah kota Semarang, kemudian Yogyakarta, Medan dan kemudian disusul Surabaya.


Jika kita mencari dengan kata kunci ‘sex’ di Google, maka akan muncul 662.000.000 situs, 568.881 video, 157.000.000 gambar dan 111.057.569 blog. Maka dapatlah terbayang, bagaimana upaya untuk menyaring informasi dari sekian banyak sumber tersebut. Apalagi jika harus dipilah antara informasi ‘sex’ yang layak untuk keperluan pendidikan kesehatan, ilmu bercinta ataupun sekedar sebagai pemuas birahi belaka.

Industri pornografi bukanlah industri kacangan. Bahkan pada 2006 saja, gabungan penghasilan (revenue) dari sejumlah perusahan teknologi papan atas semisal Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo! dan Apple, tak akan mampu mengimbangi pendapatan dari bisnis pornografi dengan pemasukan mencapai lebih dari US$ 97 miliar tersebut.

Dengan perputaran uang yang besar dan persaingan yang ketat, maka industri pornografi, yang diyakini sebagai industri online paling menguntungkan, kerap menjadi perintis dalam kelahiran ataupun optimalisasi atas sejumlah teknologi baru yang kemudian setelah itu diadopsi secara luas dalam dunia Internet. Sejumlah teknologi tersebut, menurut penelitian yang dilakukan terpisah oleh USA Today, Adult Video News dan Nielsen/NetRatings, terbagi atas teknologi yang berdampak positif dan negatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar